Kamis, 09 Mei 2019

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

A. Pengertian Iman dan Kitab-Kitab Allah Swt.
1. Pengertian Iman pada Kitab-Kitab Allah Iman kepada kitab Allah Swt. termasuk salah satu rukun iman. Rukun iman meliputi iman kepada Allah Swt., iman kepada malaikat-malaikatNya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada rasul-rasul-Nya, iman kepada hari akhir, dan iman kepada qada serta qadar. Sendi-sendi keimanan dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw. seperti disampaikan oleh Umar r.a. berikut ini.
Artinya: Iman itu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qadar baik dan buruk. (H.R. Muslim) Iman secara bahasa berarti percaya. Iman menurut istilah berarti mempercayai dengan sepenuh hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan dalam perbuatan. Iman kepada kitab-kitab Allah Swt. berarti mempercayai dengan sepenuh hati dan diucapkan dengan lisan bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab kepada rasul-Nya untuk dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Keyakinan tersebut diwujudkan dalam perbuatan dan tingkah laku sehari-hari. Iman kepada kitab-kitab Allah Swt. tidak hanya diyakini dalam hati dan diucapkan secara lisan, melainkan diwujudkan dalam perbuatan. Seseorang yang beriman kepada kitab Allah Swt. tingkah lakunya berdasar pada isi kitab-Nya. Mereka senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
2. Kitab-Kitab Allah Swt. Kitab merupakan kumpulan wahyu Allah yang disampaikan kepada nabi dan rasul agar diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman dalam menjalani kehidupan di dunia untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Selain istilah kitab, kita juga mengenal istilah suhuf. Suhuf yaitu wahyu Allah yang disampaikan kepada nabi dan rasul yang masih berupa lembaran-lembaran terpisah. (Ensiklopedi Islam untuk Pelajar 3. 2001. Halaman 108) Allah Swt. telah menurunkan empat kitab kepada rasul-Nya. Keempat kitab tersebut sebagai berikut.
Pendidikan Agama Islam Kelas XI138
a. Kitab Taurat Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. sebagai petunjuk dan pedoman bagi Bani Israel dalam menjalani kehidupan. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini.
Wa a -taina - mu -sal-kita -ba wa ja‘alna -hu hudal libani - isra -’i -la alla tattakhiz .u - min du -ni - waki -la - (n). Artinya: Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israel (dengan firman), ”Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku.” (Q.S. al-Isra -’ [17]: 2) Isi kandungan kitab Taurat meliputi hal-hal sebagai berikut. 1) Kewajiban meyakini keesaan Allah Swt. 2) Larangan menyembah berhala. 3) Larangan menyebut nama Allah Swt. dengan siasia. 4) Perintah menyucikan hari Sabtu. 5) Perintah menghormati kedua orang tua. 6) Larangan berbuat zina. 7) Larangan ingin (mendekati) berbuat zina. 8) Larangan mencuri. 9) Larangan mengambil hak orang lain. 10) Larangan membunuh sesama manusia tanpa alasan yang benar.
Sumber: Ensiklopedi Islam 5. 1994. Halaman 93 b. Kitab Zabur Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s. untuk dijadikan pedoman bagi umatnya. Penjelasan mengenai hal ini dapat ditemukan dalam firman Allah Swt. berikut ini.
. . . wa a -taina - da -wu -da zabu -ra -(n) Artinya: . . . dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (Q.S. al-Isra -’ [17]: 55)
Sumber: Ensiklopedi Islam untuk Pelajar 6 ▼ Gambar 8.2 Kitab Taurat dalam bentuk gulungan perkamen.
Pendidikan Agama Islam Kelas XI 139
Kata Zabur berasal dari kata zabara yang berarti ”menulis”, ”menulis dengan sempurna”, atau ”mengukir tulisan pada batu”. Zabur menurut istilah merupakan kitab yang diturunkan Allah Swt. kepada nabi. Jadi, Zabur tidak hanya diterima oleh Nabi Daud a.s., tetapi ada beberapa nabi yang juga menerimanya. Meskipun demikian, kitab Zabur yang terkenal adalah kitab yang diterima oleh Nabi Daud a.s. Zabur dalam pengertian kitab suci diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Daud a.s. yang dalam bahasa Arab disebut Mazmur. Dalam bahasa Ibrani dikenal dengan nama Mizmor dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Psalm. Zabur berisi doa dan nyanyian-nyanyian yang disenandungkan Nabi Daud seperti ungkapan hidupnya, permintaan ampun atas dosanya, sukacita karena kemenangannya atas musuh, dan kemuliaan Allah Swt. Kitab Zabur terdiri atas 150 pasal. (Ensiklopedi Islam 5. 1994. Halaman 219) c. Kitab Injil Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s. sebagai petunjuk dan pedoman bagi umatnya, yaitu Bani Israel. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini.
Wa qaffaina - ‘ala - a -s .a -rihim bi‘i -sabni maryama mus .addiqal lima - baina yadaihi minat-taura -ti wa a -taina -hul-inji -la fi -hi hudaw wa nu -ruw wa mus .addiqal lima - baina yadaihi minat-taura -ti wa hudaw wa mau‘iz .atal lil-muttaqi -n(a). Artinya: Dan Kami teruskan jejak mereka dengan mengutus Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat. Dan Kami menurunkan Injil kepadanya, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab sebelumnya yaitu Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al-Ma -’idah [5]: 46) Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. merupakan wahyu Allah Swt. yang kemudian disampaikan kepada umatnya, dalam hal ini umat Nabi Isa a.s. yaitu Bani Israel. Al-Qur’an membenarkan Injil sebagai kitab yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Isa sebagaimana Dia menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s. dan kitab Zabur kepada Nabi Daud a.s.
Pendidikan Agama Islam Kelas XI140
Isi kandungan kitab Injil sebagai berikut. 1) Perintah kembali pada tauhid yang murni. 2) Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat. 3) Pembenaran terhadap kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. 4) Ajaran agar hidup sederhana dan menjauhi sifat tamak. d. Kitab Al-Qur’an Kitab Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. agar dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia. Jadi, Al-Qur’an diturunkan untuk seluruh umat manusia tidak hanya untuk bangsa Arab, tempat Nabi Muhammad dilahirkan. Perhatikan firman Allah Swt. berikut.
Taba -rakal-laz .i - nazzalal-furqa -na ‘ala - ‘abdihi - liyaku -na lil-‘a -lami -na na -z .i -ra -(n) Artinya: Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad) agar dia menjadi pemberi peringatan bagi seluruh alam (jin dan manusia). (Q.S. al-Furqa -n [25]: 1) Al-Qur’an adalah kitab Allah terakhir yang menyempurnakan ajaran dalam kitabkitab yang diturunkan sebelumnya. Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar yang diterima Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an dikatakan sebagai mukjizat karena kitab suci ini mampu mengalahkan kepiawaian bangsa Arab yang pandai berpuisi dan mahir dalam bidang sastra. Al-Qur’an menempati posisi sebagai sumber utama dan pertama dari seluruh ajaran Islam. Selain itu, Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk dan pedoman untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia serta akhirat. Al-Qur’an merupakan sumber hukum pertama dan utama. Sebagai sumber hukum, Al-Qur’an berisi ajaran yang paling lengkap sekaligus membenarkan seluruh kitab sebelumnya. Al-Qur’an memuat tuntunan dalam persoalan-persoalan akidah, akhlak, syariah, dan budi pekerti. Al-Qur’an juga mengatur hubungan manusia dengan Allah Swt., sesama manusia, dan lingkungan hidup. Sumber: achmad.net ▼ Gambar 8.3 Al-Qur’an menyempurnakan kitab-kitab Allah Swt. yang diturunkan sebelumnya.
Pendidikan Agama Islam Kelas XI 141
Kedudukan Al-Qur’an
1. Sebagai Wahyu Allah Swt. yang Diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat-Nya. Al-Qur’an berasal dari Allah Swt. bukan buatan Nabi Muhammad saw. Ayat pertama yang diturunkan oleh Allah Swt. adalah Surah al-‘Alaq [96] ayat 1–6. Ayat pertama ini turun pada saat Nabi Muhammad bertahanus di gua Hira pada bulan Ramadan.
2. Sebagai Mukjizat Nabi Muhammad saw. Allah Swt. mengaruniai beberapa mukjizat kepada Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah Swt. yang paling sempurna dan menyempurnakan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Isi kandungan Al-Qur’an mampu menjawab tantangan zaman. Isi kandungan Al-Qur’an tidak lekang oleh waktu. Sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an dijamin keasliannya oleh Allah Swt.
3. Sebagai Pedoman Hidup Umat Manusia Al-Qur’an merupakan petunjuk Allah Swt. bagi manusia. Al-Qur’an merupakan petunjuk dan pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Orang yang hidupnya sejalan dengan Al-Qur’an termasuk golongan orang yang bertakwa. Orang yang bertakwa dijanjikan kebahagiaan lahir dan batin.
4. Sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum Islam Al-Qur’an merupakan sumber utama hukum Islam. Persoalan-persoalan yang dihadapi manusia telah disediakan jawabannya oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an. Jika manusia mau mendalami ayat-ayat Al-Qur’an, dengan sendirinya persoalan yang dihadapi akan terjawab.
Al-Qur’an merupakan kitab Allah Swt. yang sempurna dan menyempurnakan kitabkitab yang diturunkan sebelumnya. Al-Qur’an memiliki beberapa nama lain seperti al-Furqan. Dalam kegiatan kali ini Anda diberi tugas untuk menemukan nama lain Al-Qur’an. Anda dapat mencarinya dalam beberapa literatur yang membahas tentang kitab-kitab Allah Swt. Selain itu, Anda dapat mencarinya di internet surat kabar, atau sumber-sumber lain. Jangan lupa untuk mencari artinya kemudian tulislah jawaban Anda dalam buku tugas kemudian bacakan di depan kelas pada pertemuan berikutnya. Selanjutnya, serahkan hasilnya kepada Bapak atau Ibu Guru untuk dinilai.
Pendidikan Agama Islam Kelas XI142
B. Perilaku dan Hikmah Beriman pada Kitab-Kitab Allah
1. Perilaku Beriman pada Kitab-Kitab Allah Kitab-kitab yang diturunkan Allah Swt. kepada rasul-Nya telah dijelaskan di depan. Keimanan dan pengetahuan Anda tentu tidak bermanfaat jika tidak diterapkan dalam kehidupan. Anda harus menerapkan keimanan dan pengetahuan tentang kitab-kitab Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah yang dapat Anda tempuh sebagai berikut. a. Beriman kepada Kitab-Kitab Sebelum Al-Qur’an Kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an, yaitu kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Cara beriman pada ketiga kitab Allah Swt. tersebut berbeda dengan cara beriman pada Al-Qur’an. Cara beriman pada ketiga kitab Allah Swt. yang diturunkan sebelum Al-Qur’an sebagai berikut. 1) Meyakini kebenaran yang terkandung dalam kitab-kitab Allah. 2) Meyakini bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar merupakan wahyu Allah Swt. bukan karangan nabi dan rasul. b. Beriman kepada Al-Qur’an Penerapan beriman kepada Al-Qur’an dapat dilakukan dengan cara seperti berikut. 1) Meyakini bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah Swt., bukan karangan Nabi Muhammad. 2) Meyakini bahwa Al-Qur’an dijamin kebenarannya oleh Allah Swt., tanpa ada keraguan sedikit pun. 3) Mempelajari, memahami, dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an. 4) Mengamalkan ajaran AlQur’an dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an berlaku sepanjang masa bukan hanya ketika Rasulullah saw. hidup. Ajaran Al-Qur’an berlaku bagi seluruh umat manusia, bukan hanya bagi bangsa Arab. Tidak ada keraguan sedikit pun terhadap Al-Qur’an. Isi kandungan Al-Qur’an harus kita pahami, pelajari, hayati, dan amalkan dalam kehidupan. Berkaitan dengan tidak adanya keraguan sedikit pun terhadap Al-Qur’an, Allah Swt. berfirman seperti berikut. Sumber: www.rumahyatim.or.id. ▼ Gambar 8.4 Kandungan Al-Qur’an harus dipelajari.
Pendidikan Agama Islam Kelas XI 143
Z . a -likal-kita -bu la - raiba fi -hi hudal lil-muttaqi -n(a). Artinya: Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Q.S. al-Baqarah [2]: 2) Kitab suci berfungsi sebagai tuntunan syariat, hanya berlaku berdasarkan kitab Al-Qur’an. Maksudnya, syariat yang berlaku untuk umat sebelum Nabi Muhammad sebagaimana disebutkan dalam beberapa kitab suci tidak berlaku lagi semenjak hadirnya syariat Islam. Kecuali, untuk syariat-syariat tertentu yang telah ditetapkan oleh Al-Qur’an dan sunah Rasulullah saw. untuk dijalankan seperti syariat Nabi Ibrahim. Hal ini tidak berarti syariat nabi dan rasul terdahulu jelek, tetapi Al-Qur’an telah menyempurnakan syariat sebelumnya. Dengan demikian, kita tidak perlu menjalankan syariat terdahulu, kita hanya diberi kewajiban untuk mengamalkan ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an.
2. Hikmah Beriman pada Kitab-Kitab Allah Beriman pada kitab-kitab Allah Swt. memiliki hikmah yang sangat banyak. Hikmah beriman pada kitabkitab Allah Swt. sebagai berikut. a. Meningkatkan keimanan kepada Allah Swt. yang telah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalah-Nya. b. Termotivasi untuk beribadah dan menjalankan ketentuan agama. c. Hidup menjadi lebih tertata karena adanya hukum yang bersumberkan pada kitab suci. d. Menumbuhkan sikap optimis karena telah dikaruniai pedoman hidup dari Allah Swt. untuk meraih kesuksesan baik di dunia maupun akhirat. e. Terjaga ketakwaannya dengan senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Selain hikmah yang telah disebutkan, iman pada kitab-kitab Allah Swt. memiliki fungsi sebagai berikut. Sumber: Dokumen Penulis ▼ Gambar 8.5 Iman pada kitab-kitab Allah memotivasi seseorang untuk beribadah kepada-Nya.
Pendidikan Agama Islam Kelas XI144
a. Meningkatkan Kualitas Kehidupan Pribadi Iman pada kitab-kitab Allah Swt. dapat meningkatkan kualitas kehidupan pribadi. Kitab Allah Swt. mengajarkan manusia agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Fungsi ini tertera dalam ayat Al-Qur’an berikut ini.
Wal-laz .i -na yu’minu -na bima - unzila ilaika wama - unzila min qablik(a), wa bil-a -khirati hum yu -qinu -n(a). Ula -’ika ‘ala - hudam mir rabbihim wa ula -’ika humul-muflih .u -n(a). Artinya: ”Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan padamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau serta mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 4–5) b. Membangun Kehidupan Bermasyarakat Kehidupan bermasyarakat akan terbangun sebab anggotanya beriman pada kitab Allah Swt. Anggota masyarakat yang beriman pada kitab akan hidup tenang sebagai anggota masyarakat. Allah Swt. tidak membedakan manusia berdasarkan status sosial maupun jabatannya. Dengan persamaan tersebut kehidupan masyarakat akan tenang. Masyarakat yang mengamalkan ajaran Al-Qur’an akan menjadi masyarakat yang baik. c. Menjalin Kerukunan dalam Hidup Berbangsa dan Bernegara Warga negara yang baik akan senantiasa mengabdikan diri pada bangsa dan negara. Dia akan bertindak dan berbuat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sikap tersebut akan mudah diwujudkan jika dilandasi dengan keimanan pada kitab-kitab Allah Swt.
Firman dan Budi adalah teman satu sekolah dan sepermainan. Pada suatu hari mereka terlibat dalam diskusi yang sengit. Diskusi ini berawal dari pernyataan Firman yang menyatakan bahwa kitab Allah Swt. diturunkan sebelum Al-Qur’an wajib diamalkan. Alasan yang dikemukakan Firman bahwa kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an juga berasal dari Allah Swt. Pendapat Firman dibantah oleh Budi. Budi berpendapat bahwa ajaran yang terdapat dalam kitab-kitab sebelum Al-Qur’an tidak perlu diamalkan. Bagaimana pendapat Anda? Diskusikan masalah tersebut bersama teman sebangku Anda. Tulislah hasil diskusi Anda dalam lembar kertas kemudian serahkan kepada Bapak atau Ibu Guru untuk dinilai.
Pendidikan Agama Islam Kelas XI 145
Setelah mempelajari tentang iman kepada kitab-kitab Allah Swt., mari kita biasakan hal-hal berikut dalam kehidupan sehari-hari. 1. Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. yang diturunkan sebelum Al-Qur’an sesuai dengan tuntunan Islam. 2. Beriman bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. 3. Membaca Al-Qur’an terutama sesudah salat Magrib dan Subuh. 4. Mempelajari dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an.
1. Iman secara bahasa berarti percaya. Iman menurut istilah berarti mempercayai dengan sepenuh hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan dalam perbuatan. 2. Iman kepada kitab-kitab Allah Swt. berarti mempercayai dengan sepenuh hati dan diucapkan dengan lisan bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab kepada rasul-Nya untuk dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Keyakinan tersebut diwujudkan dalam perbuatan dan tingkah laku sehari-hari. 3. Kitab-kitab Allah Swt. yang diturunkan kepada rasul-Nya berjumlah empat kitab, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. 4. Cara beriman kepada kitab-kitab Allah Swt. sebelum Al-Qur’an sebagai berikut. a. Meyakini kebenaran yang terkandung dalam kitab-kitab Allah. b. Meyakini bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar merupakan wahyu Allah Swt. bukan karangan nabi dan rasul. 5. Cara beriman kepada kitab Al-Qur’an sebagai berikut. a. Meyakini bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu Allah Swt., bukan karangan Nabi Muhammad. b. Meyakini bahwa Al-Qur’an dijamin kebenarannya oleh Allah Swt., tanpa ada keraguan sedikit pun. c. Mempelajari, memahami, dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an. d. Mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar