Home

Kamis, 09 Mei 2019

BAB 4 QANA’AH DAN TASAMUH

BAB 4
QANA’AH DAN TASAMUH

A.    Pengertian Qanaah dan Tasamuh
1.      Pengertian Qanaah
Sebagai makhluk sosial, kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari manusia yang lain. Kita tidak bisa hidup sesuka hati kita sendiri. Kita juga harus memikirkan kepentingan dan kenyamanan orang lain. Untuk menciptakan kehidupan yang rukun, perilaku qanaah dan hidup tasamuh sangat diperlukan. Qanaah menurut bahasa artinya merasa cukup. Sedangkan menurut istilah artinya merasa cukup atas pemberian dari Allah swt. setelah berusaha dan berdoa. Jika merasa qanaah kita akan selalu bisa mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah swt. Orang yang qanaah akan dikarunai batin yang tentram dan selalu berpikir positif. Bagi mereka, ukuran kekayaan tidak ditentukan oleh seberapa banyak harta yang dipunyai. Akan tetapi lebih pada bentuk rasa bersyukur atas apapun pemberian Allah swt. Kaya harta bukan utama, tapi kaya hati adalah segalanya. Sabda Rasulullah saw.:
Artinya: “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah kekayaan hati/jiwa.” (H.R. al-Bukhari/5965; Muslim 1741).
Dari hadis di atas secara jelas diketahui bahwa ukuran kebahagiaan bukanlah ditentukan oleh jumlah kekayaan yang dipunyai oleh seorang manusia lebih pada kelapangan hati dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah swt. Sabda Rasulullah saw.:
Artinya: “Dari Abdullah bin Amr, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Sungguh beruntung orang yang beragama Islam dan dicukupkan rejekinya, kemudian merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah kepadanya.”  (H.R. Muslim/1746).
2.      Pengertian Tasamuh
Tasamuh menurut artinya adalah tenggang rasa. Sedangkan menurut istilah artinya adalah saling menghormati dan menghargai antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Manusia tidak bisa hidup sendiri. Dalam segala bentuknya, manusia selalu membutuhkan keberadaan manusia lain untuk memenuhi keperluan hidupnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, baik atau tidaknya kualitas hidup kita sangat ditentukan oleh diri kita sendiri. Apabila kita selalu berperilaku terpuji, maka akan terpancar kualitas yang baik dari diri kita. Demikian juga sebaliknya, apabila kita hanya berbuat kejahatan, maka kita pun akan dikenal sebagai orang yang tidak baik. Ketika bergaul dengan orang lain, dapat timbul permasalahan dalam segala bentuknya. Sifat orang yang berbeda-beda dapat menimbulkan benturan-benturan kepentingan. Akibatnya, bisa mengganggu hubungan kita dengan orang lain.
Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman yang lebih besar, sifat tasamuh atau tenggang rasa sangat diperlukan. Apabila kita mempunyai sifat tenggang rasa, maka kita tidak akan mengedepankan emosi dalam menyelesaikan persoalan. Orang dengan sifat tasamuh akan mempunyai hati yang lembut dan penuh pengertian. Rasulullah saw. bersabda: Artinya: “Jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara.” (H.R. Muslim).
Dalam hadis tersebut Rasulullah saw. menyerukan tentang pentingnya hidup berdampingan secara rukun layaknya saudara. Dengan bersikap tasamuh maka kita akan mempunyai teman dan saudara yang banyak. Karena orang dengan jiwa tasamuh akan senantiasa memancarkan pesona teduh dan jauh dari kesan-kesan jahat.
B.     Berperilaku Qanaah dan Tasamuh
Berperilaku qanaah dan tasamuh merupakan tindakan terpuji. Kita wajib melaksanakannya di setiap waktu dan tempat.
1.      Berperilaku Qanaah
Merasa cukup dalam hidup di dunia ini sangat perlu sekali agar bisa meraih bahagia dunia akhirat. Penerapan qanaah dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai berikut:
a.       Ketika berada di rumah, qanaah dalam hal kebutuhan makan, kebutuhan sandang dan pangan.
b.      Ketika berada di sekolah qanaah dalam hal peralatan sekolah, seragam sekolah, dan biaya sekolah.
c.       Ketika di masyarakat qanaah dalam hal berbicara, bekerjasama dan bermusyawarah.
2.      Berperilaku Tasamuh
a.       Terhadap sesama teman Bertasamuh tidak pilih kasih, dilakukan dengan tidak membeda-bedakan pangkat, jabatan, dan kekayaan.
b.      Terhadap sesama pemeluk agama Islam Sebagai orang Islam, kita hendaknya meniru perilaku tasamuh yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Segala gerak dan tingkah laku kita sejak bangun tidur hingga kembali lagi tidur, sepenuhnya hendaknya seperti apa yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw. Bahkan apabila terjadi perbedaan pendapat, tidak langsung dijadikan alasan untuk tidak bertasamuh.
c.       Terhadap non muslim Umat Islam adalah sebaik-baik umat yang diciptakan oleh Allah swt. Untuk itu dalam pergaulan kita hendaknya bersikap sesuai dengan tuntutan agama agar bisa dijadikan contoh bagi umat yang lain. Terhadap umat yang tidak satu keyakinan dengan kita, kita tetap harus bersikap tasamuh. Akan menyakiti hati nabi, jika orang Islam menyakiti umat non muslim.
Sejalan dengan tri kerukunan antarumat beragama yang selama ini digalakkan oleh pemerintah, yaitu:
·       Rukun antarumat beragama.
·       Rukun antarumat berlainan agama.
·       Rukun antarumat beragama dengan pemerintah.
3.      Fungsi tasamuh
Segala sesuatu yang bersumber dari ajaran agama mengandung kebaikan atau hikmah maupun fungsi. Sabda Rasulullah saw.: Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah bersabda: Siapa yang membantu menghilangkan kesulitan orang mukmin satu kesulitan di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan kesulitan dia dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang menghadapi kesulitan, Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat.” (H.R. Muslim/4867).
Hadis di atas menerangkan bahwa apabila kita ingin menghilangkan kesulitan yang dihadapi, hendaknya kita melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan kesulitan orang lain terlebih dahulu. Apabila ingin memudahkan semua urusan kita, maka kita harus memudahkan urusan yang dihadapi orang lain terlebih dahulu. Secara garis besar, fungsi tasamuh adalah sebagai berikut:
a.       Banyak saudara
b.      Urusan yang dihadapi menjadi lebih mudah
c.       Kesulitan yang dihadapi bisa diatasi
d.      Suasana dengan teman menjadi akrab layaknya sebuah keluarga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar